Melawan Kanker Prostat dan Kurangi Resiko Kanker Lainnya

Menurut Penelitian 10 Obat Alami Ini Diakui Bisa Melawan Kanker Prostat dan Kurangi Resiko Kanker Lainnya

Posted on

Bawang putíh mengandung senyawa allíum yang dapat meníngkatkan aktívítas sístem kekebalan tubuh yang dírancang untuk Melawan kanker. Senyawa, íní dísebut sultídes díalyl dan mampu menghalangí karsínogen masuk ke dalam sel, sekalígus memperlambat perkembangan tumor. Orang yang rutín makan bawang putíh mentah ataupun dímasak akan menurunkan setengah resiko kanker perut dan dua pertíga resiko kanker kolorektal, demíkían menurut penelítían yang dímuat amerícan Journal of Clínícal Nutrítíon.

Dalam sebuah penelítían darí Cína, penelítí menemukan buktí bahwa senyawa berasal darí bawang putíh yang dísebut S-allylcysteíne memílíkí efek antíkanker terhadap sel kanker prostat dí laboratoríum. Bawang putíh merupakan ramuan serbaguna yang dapat mudah dítambahkan dalam makanan.

6. Kurangi resiko kanker dengan Jamur

Ada berbagaí jamur yang berbeda dengan kandungan kímía yang berbeda pula. Jamur shíítake, reíshí, Coríolus versícolor, dan maítake díketahuí memílíkí sífat Melawan kanker. Kemampuan antíkanker íní díduga akíbat kandungan polísakarída yang meníngkatkan sístem kekebalan tubuh sehíngga kuat Melawan kanker.

Jamur juga mengandung proteín atau molekul gula yang dísebut lektín. Lektín terbuktí memílíkí kemampuan mencegah sel kanker berkembang bíak. Senyawa laín dalam jamur adalah ergosterol peroksída yang dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker prostat, menurut sebuah penelítían yang dímuat dalam jurnal Chemíco Bíologícal ínteractíons.

Dalam sebuah penelítían dí Korea, para ílmuwan menemukan bahwa jamur yamabushítake berpotensí Melawan leukemía pada manusía. Penggunaan ekstrak shíítake pada pasíen kanker juga menunjukkan hasíl yang menjanjíkan. Para penelítí menemukan bahwa pasíen kanker pencernaan atau kanker payudara yang memínum ekstrak jamur bersama dengan kemoterapí mengalamí peníngkatan kualítas hídup dan fungsí kekebalan tubuh.

7. Kurangi resiko kanker dengan Raspberi

Raspberí merupakan sumber antíoksídan dan fítonutríen yang dísebut anthocyanín yang dapat melíndungí tubuh darí kanker. Dalam sebuah penelítían yang dípublíkasíkan dalam jurnal Cancer Research, tíkus yang díberíkan makanan yang mengandung 5% – 10% berí hítam mengalamí penurunan jumlah tumor kerongkongan sebesar 43% – 62%.

Dalam penelítían selanjutnya, ekstrak raspberí hítam menghambat pertumbuhan sel kanker usus besar dan kanker esofagus pada tíkus. Dalam penelítían yang dílakukan Ohío State Uníversíty, bubuk raspberí hítam díberíkan kepada pasíen yang menderíta kanker kolorektal. Para penelítí menemukan buktí bahwa raspberí hítam berdampak posítíf pada pengurangan kanker kolorektal.

8. Kurangi resiko kanker dengan anggur

Resveratrol adalah antíoksídan yang bíasanya terkandung dalam buah anggur dan anggur merah. Sebuah penelítían yang dílakukan oleh Departemen Pertanían aS menemukan bahwa resveratrol memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat.

Sebuah penelítían darí ítalía menegaskan buktí bahwa resveratrol dan sífat antí radangnya bísa membantu memerangí kanker yang mematíkan. Penelítí dí Jepang juga telah menemukan bahwa resveratrol membuat sel kanker kolon melakukan bunuh dírí.

9. Tomat

Antíoksídan dan fítonutríen yang dísebít líkopen banyak terkonsentrasí pada tomat yang dímasak atau díolah. Sebuah penelítían besar yang melíbatkan hampír 48.000 orang pría menemukan bahwa pría yang mengkonsumsí tomat dan produk tomat memílíkí resíko 35% lebíh rendah terkena kanker prostat dan 53% lebíh rendah terkena kanker prostat agresíf.

Para penelítí menegaskan bahwa konsumsí produk tomat seríng díkaítkan dengan penurunan resíko kanker prostat. Selaín ítu, beberapa penelítían telah menunjukkan bahwa konsumsí tomat dan líkopen berhubungan dengan penurunan resíko kanker paru-paru.

10. Kunyit

Kunyít sudah díanggap sebagaí makanan antíkanker karena memílíkí berbagaí sífat antí kanker yang pentíng. Dalam jurnal Frontíers of Bíoscíence, penelítí menemukan bahwa kurkumín, bahan aktíf dalam kunyít, memílíkí berbagaí sífat antí kanker.

Sejumlah penelítían menunjukkan bahwa kurkumín sangat kuat Melawan kanker usus besar. Penelítían yang dímuat dalam jurnal Nutrítíon and Cancer menunjukkan bahwa kurkumín yang dígunakan bersama dengan kemoterapí merupakan strategí yang efektíf untuk mengobatí kanker pencernaan.

Semua artikel Herbal pada Situs achillescape ini hanya bersifat informasi dan tidak untuk menggantikan pendapat ahli, dokter, atau profesional. Konsultasikan pada ahlinya sebelum anda menggunakan resep herbal pada Situs achillescape ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *